WELCOME

TERIMA KASIH ATAS ANDA YANG MELIHAT BLOG SAYA SEMOGA BERMANFAAAT

yusuuf

yusuuf

Selasa, 17 November 2015

TUGAS 2 ( Kerangka Konseptual Akuntansi)


TUGAS 2 ( Kerangka Konseptual Akuntansi)
 

Financial Accounting Standards Board-FASB (Dewan Akuntansi Keuangan) mengembangkan sebuah Kerangka konseptual, kerangka ini berfungsi sebagai dasar untuk memecahkan masalah-masalah akuntansi dan pelaporan. Kerangka konseptual FASB mencakup empat bagian sebagai berikut :

          1.      Tujuan-tujuan pelaporan keuangan,
          2.      Karakteristik-karateristik kualitatif informasi akuntansi,
          3.      Elemen-elemen laporan keuangan,
          4.      Panduan-panduan pengoperasian (asumsi,prinsip dan kendala)

                         I.            Level Ke-Satu
    
Tujuan-Tujuan Pelaporan Keuangan
FASB mulai bekerja dengan kerangka konseptual  dengan melihat pada tujuan-tujuan dasar dari pelaporan keuangan. Menentukan tujuan-tujuan ini memerlukan jawaban atas beberapa pertanyaan dasar seperti siapa yang menggunakan laporan keuangan ?, mengapa ?, informasi apa saja yang mereka butuhkan ?, seberapa mengertikah pengguna laporan keuangan mengenai bisnis dan akuntansi ?, Bagaimana seharusnya informasi keuangan dilaporkan sehingga dapat dimengerti sebaik mungkin ?..
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, FASB menyimpulkan bahwa tujuan-tujuan dari pelaporan keuangan adalah untuk menyerdiakan informasi yang :
      1.      Berguna bagi mereka yang menbuat keputusan investasi dan kredit.
      2.      Membantu dalam memperkirakan arus kas dimasa yang akan datang.  
      3.    Mengidentifikasikan sumber daya ekonomi (asset), klaim atas sumber daya tersebut  
             (kewajiban), serta prubahan pada sumber daya dan klaim tersebut.

                   II.            Level Ke-Dua

                   A.    Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
FASB menyimpulkan bahwa kriteria-kriteria yang menguasai untuk pilihan akuntansi adalah  kegunaan informasi. Praktik akuntansi yang dipilih seharusnya adalah praktik yang memberikan informasi keuangan berguna paling banyak untuk membuat sebuah keputusan. Untuk menjadi berguna, informasi harus memiliki karakteristik-karakteristik kualitatif berikut:

·         Relevansi

Informasi akuntansi memiliki relevansi (relevance) jika dapat membuat perbedaan dalam sebuah keputusan. Informasi yang relevan memiliki nilai prediktif atau nilai umpan balik maupun keduanya. Nilai prediktif (predictive value) membantu pengguna meramalkan kejadian-kejadian dimasa depan. Sebagai Contoh, ketika ExxonMobil mengeluarkan laporan keuangan, informasi yang terdapat didalamnya dianggap relevan karena menyediakan dasar untuk memprediksi pendapatan di masa depan. Nilai umpan balik ( feedback value) menguatkan atau memperbaiki ekspektasi sebelumnya. Ketika ExxonMobil mengeluarkan laporan keuangan, hal tersebut mengkonfirmasikan atau memperbaiki ekspektasi sebeleumnya mengenai kondisi keuangan perusahaan.

Selain itu, informasi akuntansi memiliki relevansi jika dianggap tepat waktu (timely). Informasi tersebut harus harus tersedia bagi pembuat keputusan sebelum ia kehilangan kemampuannya mempengaruhi keputusan. 

·         Dapat Diandalkan

Kesalahan dan reliabilitas informasi berarti informasi itu terbebas dari kesalahan dan bias. Agar dapat diandalkan, informasi akuntansi harus diverivikasi, agar dapat membuktikan bahwa informasi tersebut terbebas dari kesalahan dan bias. Informasi tersebut juga harus merupakan penyajian yang jujur atas apa yang seharusnya dengan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Terakhir , Informasi harus netral dimana informasi tersebut tidak boleh dipilih, dibuat, atau disajikan sesuai keinginan sekelompok pengguna yang berkepentingan diatas yang lainnya. Untuk menjamin keandalan, akuntan publik bersertifikat melakukan audit terhadap laporan keuangan.

·         Dapat Dibandingkan

Informasi akuntansi tentang perusahaan paling berguna ketika dapat dibandingkan dengan informasi akuntansi tentang perusahaan lainnya. Perbandingan atau komparabilitas dihasilkan ketika perusahaan-perusahaan yang berbeda menggunakan prinsip-prinsip akuntansi yang sama. Secara konseptual, perbandingan juga harus memperluas metode yang digunakan oleh perusahaan dalam mematuhi prinsip-prinsip akuntansi. Metode-metode akuntansi mencakup biaya persediaan FIFO, LIFO serta berbagai metode depresiasi (penyusutan). Pada titik ini, perbandingan metode tidak diperlukan, bahkan untuk perusahaan-perusahaan pada industry yang sama. Satu-satunya kebutuhan akuntansi adalah setiap perusahaan harus mengungkapkan metode-metode akuntansi yang digunakan. Dengan pengungkapan tersebut, pengguna eksternal dapat menentukan apakah informasi keuangan dapat dibandingkan.

·         Konsistensi

Konsistensi berarti sebuah perusahaan menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode akuntansi yang sama dari tahun ke tahun. Jika perusahaan memilih menggunakan FIFO sebagai metode Biaya persediaan pada tahun pertama beroperasi, maka diharapkan perusahaan akan menggunakan FIFO pada Tahun-tahun berikutnya. Ketika informasi keuangan telah dilaporkan secara konsisten, laporan keuangan memperbolehkan analisis tren yang berarti dalam perusahaan. 

                 B.     Elemen Statemen Keuangan

Bagian yang penting dari kerangka konseptual akuntansi adalah seperangkat definisi yang mengambarkan istilah-istilah dasar yang digunakan dalam akuntansi. FASB mengacu pada seperangkat definisi ini sebagai elemen-elemen laporan keuangan (elements of financial statement). Elemen-elemen ini mencakup beberapa istilah seperti asset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban. 

Oleh Karena itu elemen-elemen yang sangat penting, menjadi penting bahwa mereka harus dibatasi dengan tepat dan diterapkan secara universal. Menentukan definisi yang pantas untuk sebagian besar dari elemn ini tidaklah mudah. 

                           III.            Level Ke-tiga

Tujuan-tujuan dari Pelaporan Keuanga, karakteristik-karaktertistik kualitatif informasi akuntansi, dan elemen-elemen laporan keuangan sangatlah luas. Oleh karena para akuntan yang berpraktik harus memecahkan masalah-masalah praktiknya, dibutuhkan panduan pengoperasian, kita mengelompokan tiga panduan sebagai asumsi, prinsip, dan kendala. Panduan-panduan ini telah dibuat dengan baik dan diterima dalam akuntansi. Berikut ini adalah bagian-bagiannya :


Asumsi

Prinsip

Kendala
Unit Moneter (Satuan Uang)
Entitas Ekonomi
Periode Waktu
Kelangsungan Usaha
Pengakuan Pendapatan
Penandingan
Pengungkapan Penuh
Biaya
Materialitas
Konservatisme

        a)      Asumsi

Asumsi (assumption) merupakan dasar bagi bagi proses akuntansi. 

·         Asumsi Unit Moneter

Asumsi unit moneter merupakan asumsi bahwa unit pengukuran relative tetap konstan seiring waktu.

·         Asumsi Entitas Ekonomi

Asumsi Entitas Ekonomi menyatakan bahwa aktivitas entitas harus dijaga terpisah dan berbeda dari aktivitas pemiliknya dan seluruh entitas ekonomi lainnya.

·         Asumsi Periode Waktu

Asumsi Periode Waktu menyatakan bahwa umur ekonomis dari sebuah bisnis dapat dibagi kedalam periode waktu buatan.

·         Asumsi Kelangsungan Usaha

Asumsi Kelangsungan Usaha mengasumsikan bahwa perusahaan akan meneruskan kegiatan operasionalnya cukup lama untuk menjalanka tujuan-tujuan yang ada.

       b)      Prinsip

Prinsip (Principle) adalah aturan khusus yang mengundikasikan bagaimana kejadian-kejadian ekonomi harus dilaporkan dalam proses akuntansi.

·         Prinsip Pengakuan Pendapatan

Prinsip Pengakuan Pendapatan menyebutkan bahwa pendapatan harus diakui pada periode akuntansi saat pendapatan dihasikan. Namun demikian, menerapkan prinsip umum ini pada praktiknya terbilang sulit. Ketika terjadi penjualan, pendapatan diakui pada saat penjualan. Dasar penjualan ini melibatkan transaksi pertukaran antara penjual dan pembeli. Harga jual adalah pengukura objektif atas jumlah pendapatan yang diakui. Meskipun demikian, terdapat 2 pengecualian terhadap dasar penjualan untuk pengukuran pendapatan yang berlaku umum. Pengecualian tersebut adalah metode presentase penyelesaian dan metode angsuran.

·         Prinsip Penandingan (Pengakuan Beban)

Prinsip ini menyatakan bahwa beban harus dikaitkan dengan pendapatan pada periode dimana usaha untuk memperoleh pendapatana dilakukan. Beban tidak diakui ketika kas dibayarkan, atau ketika pekerjaan dilakukan, atau ketika barang diproduksi. Tetapi, beban diakui ketika tenaga kerja (jasa) atau barang benar-benar berkontribusi terhadap pendapatan. Biaya yang akan menghasilkan pendapatan pada periode akuntansi dimasa yang akan datang diakui sebagai asset. Contohnya antara lain persediaan barang dagang, beban dibayar dimuka, dan asset pabrik. Biaya-biaya ini disebut Harga perolehan (biaya) yang belum kadaluawarsa. Biaya perolehan yang belum kadaluwarsa berubah menjadi beban dengan cara Harga Pokok Penjualan dan Beban Operasional.

·         Prinsip Pengungkapan Penuh

Prinsip Pengungkapan Penuh mengharuskan kondisi-kondisi dan kejadian-kejadian yang membuat perbedaan terhadap pengguna laporan keuangan harus diungkapkan. Kepatuhan terhadap prinsip pengungkapan penuh dilihat dari data pada laporan keuangan dan informasi pada catatan atas laporan keuangan. Catatan pertama di kebanyakan kasus adalah ringkasan kebijakan-kebijakan akuntansi yang signifikan. Termasuk juga di dalamnya, antara lain metode-metode yang digunakan untuk biaya persediaan, depresiasi, asset pabrik dan amortisasi asset tidak berwujud.

·         Prinsip Biaya

Prinsip biaya menyatakan bahwa asset harus dicatat pada biayanya. Biaya digunakan karena biaya tersebut relevan dan andal. Biaya disebut relevan karena menunjukan harga yang dibayar, asset yang dikorbankan, dan kesepakatan yang dibuat pada tanggal perolehan. Biaya disebut andal karena keterukurannya yang objektif, berdasarkan fakta dan dapat diverifikasi. Biaya juga merupakan hasil dari transaksi pertukaran. Biaya adalah dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.

       c)      Kendala 

Kendala (constraint) dalam proes akuntansi memungkinkan penyimpangan prinsip-prinsip tersebut dibawah kondisi-kondisi tertentu.

·         Materialitas

Materialitas berkaitan dengan dampak suatu pos terhadap kondisi keuangan dan operasional perusahaan secara keseluruhan. Suatu pos dikatakan material ketika memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi keputusan investor dan kreditur yang jujur. Pos tersebut menjadi tidak material jika tidak memiliki dampak terhadap pembuat keputusan. Pendek kata, jika pos tersebut tidak membuat perbedaan pada pembuat keputusan, GAAP tidak harus diikuti. Untuk menentukan materialitas dari jumlah, akuntan biasanya membandingkannya dengan pos tertentu seperti total asset, total kewajiban dan laba bersih.
·         Konservatisme

Konservatisme menyatakan bahwa ketika anda berada dalam keraguan, sebaiknya anda memiliki metode yang tampaknya paling tidak mungkin untuk menyajikan terlalu tinggi asset dan laba. Hal ini bukan berarti asset dan laba disajikan terlalu rendah. Conservative memberikan panduan yang beralasan untuk situais-situasi sulit  : jangan pernah menyajikan terlalu tinggi atas asset dan laba.


Daftar Pustaka :

Weygandt, Jerry J.,Kieso, Donald E., dan Kimmel, Paul D. 2008. Pengantar Akuntansi, edisi 7. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.



Selasa, 27 Oktober 2015

Tugas 4 (BHOPAL UNION CARBIDE)



Tugas 4 (BHOPAL UNION CARBIDE)

Anggota Kelompok :
Septa Skundarian (26212921)
Yusuf Supriatna (27212994)

1.    What are the ethical issues raised by this case?
(Apa isu-isu etis yang dikemukakan oleh kasus ini?)
Jawaban :
Berikut adalah isu-isu etika yang dikemukakakan dalam kasus :
a.       Perusahaan induk mengetahui bahwa  keamanan keselamatan peralatan pabrik tidak memenuhi persyaratan, tetapi pihak manajemen perusahaan anak yang berada di India tidak memperbaiki tentang standar tersebut. Sehingga,  pada bulan Desember 1984 terjadi ledakan dan kebocoran gas metil isocyanate dari mesin pabrik. Peristiwa ini menyebabkan 2000 jiwa  yang meninggal dan 200.000 jiwa yang luka-luka.
b.      Masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar pabrik tidak mengetahui bahaya dari lingkungan pabrik, padahal perusahaan sudah memperingatkan dengan menyebarkan artikel surat kabar lokal. Hal ini dikarenakan masyarakat yang tinggal disana mengalami buta huruf serta perusahaan kurang tanggap mengenai hal ini. Perusahaan menganggap bahwa resiko tidak menimbulkan bahaya yang besar dan pihak manajemen menegaskan, bahwa tidak ada peraturan mengenai seputar komunikasi tentang resiko potensi untuk penduduk.
c.       Karena alasan keuangan, perusahaan tidak meberikan pelatihan terhadap peegawai yang bekerja di perusahaan. Perkeja yang berkerja di perusahaan kurang terlatih karena tidak adanya pelatihan serta banyaknya personil pabrik tidak menyadari resiko dari gas metil isocyanate.

2.    Did the legal doctrine of “limited liability” apply to protect the shareholders of Union Carbide Corporation (U.S.)?
(Apakah doktrin hukum “perseroan terbatas” suda diterapkan untuk melindungi para pemegang saham Union Carbide Corporation (US)?)
Jawaban :
Belum diterapkan untuk melindungi pemegang saham, karena utang perusahaan yang besar hingga  mencapai $ 1 miliar menyebabkan para pemegang saham telah mengalami kerugian. Hal ini disebabkan karena manajer perusahaan telah gagal untuk memperingatkan mereka dari risiko pabrik di India.

3.    Were the Indian operations, which were being overseen by the managers of Union Carbide Corporation (U.S).), in compliance with legal or moral or ethical standards?
(Apakah operasi India, yang sedang diawasi oleh para manajer Union Carbide Corporation (US) sesuai dengan standar hukum atau moral atau etika?)
Jawaban :
Belum,  karena perusahaan Union Carbide India Ltd belum memenuhi standar hukum dan etika yang telah ditetapkan oleh perusahaan induk. Oleh karena itu, banyak insiden yang terjadi di pabrik karena kelalaian yang tidak diinginkan karyawan dan kurangnya pelatihan yang diberikan serta mayoritas karyawan yang buta huruf sehingga tidak tahu bahaya pestisida yang digunakan.



Senin, 19 Oktober 2015

TULISAN 1 ETIKA DISUATU DAERAH

Cium Idung di Nusa Tenggara Timur

Anggota Kelompok :
Septa Skundarian (26212921)
Yusuf Supriatna (27212994)
Kelas : 4EB12




Indonesia adalalah sebuah negara yang memiliki 17.508 pulau dengan 1.128 suku bangsa. Indonesia bukan hanya negara yang kaya akan penduduk dan sumber daya alam, tetapi Indonesia sangat kaya akan budaya yang diwarisi dari para leluhur. Negara yang kaya akan sumberdaya alam, budaya, etnis, wisata, suku,dll.  Dari sabang sampai merauke, Dari Aceh sampai Papua indonesia terbentang dengan beribu-ribu pulau dengan beraneka ragam suku, agama,adat, budaya, bahasa, tetapi kita semua adalah satu yaitu INDONESIA. "Bhineka Tunggal Ika" yang artinya Berbeda-beda tapi tetap satu jua. itulah semboyan bangsa indonesia untuk mempersatukan, memper-erat persaudaraan antar suku, budaya dan agama. Salah satu  tradisi unik yang sampai saat ini tetap bertahan dan diwariskan secara turun temurun di Indonesia adalah cium idung yang dilakukan oleh masyarakat di Nusa Tenggra Timur.
Cium hidung(disana disebut cium idung)  atau yang biasa dikenal dengan cium sabu (sabu kiss) merupakan sebuah ciuman adat yang dilakukan oleh masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Sebagaimana kita mengetahui bahwa di Indonesia apabila bertemu dan berkenalan dengan kerabat, teman, dan keluarga biasanya hal yang dilakukan adalah saling berjabat tangan. Namun, di kalangan masyarakat Kupang, cium idung dilakukan sebagai salah satu bentuk salam perkenalan, persahabatan, maupun sebagai salah satu bentuk ungkapan kasih dalam sebuah ikatan kekeluargaan dan kekerabatan di dalam kehidupan sosial dan budaya kemasyarakatan.  Biasanya di daerah lain yang ada di Indonesia kalau bertemu dengan kerabat, teman, atau keluarga hanya melakukan. 
Ciuman ini dilakukan dengan tidak mengenal umur, gender, profesi bahkan status sosial. Tradisi saling berciuman hidung ini dianggap sebagai nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang Orang Sabu, yang mengandung makna yaitu betapa kita sebagai sesama manusia harus bisa saling memberi dan menerima tanpa rasa pamrih dan juga bisa mengaktualisasikan kasih sayang terhadap sesama tanpa pandang bulu. Lebih dari itu, melakukan cium idung sama hanya dengan memberi diri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam lingkaran persahabatan, kekeluargaan, dan kekerabatan. Dengan demikian, disamping sebagai wujud penghargaan terhadap nilai-nilai sosisal-budaya masyarakat setempat, kitapun secara resmi telah diterima menjadi bagian dari kelompok tertentu.  

Sumber :



( Yusuf supriatna , Tugas 1 PSAK )

( Yusuf supriatna , Tugas 1 PSAK )

1.   Berapa PSAK diindonesia ?
  1. PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan (Revisi 2009)
  2. PSAK 2 Laporan Arus Kas (Revisi 2009)
  3. PSAK 3 Laporan Keuangan Interim (Revisi 2010)
  4. PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri (Revisi 2009)
  5. PSAK 5 Segmen Operasi (Revisi 2009)
  6. PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi (Revisi 2009)
  7. PSAK 8 Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan (Revisi 2010)
  8. PSAK 10 Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing (Revisi 2009)
  9. PSAK 12 Ventura Bersama (Revisi 2009)
  10. PSAK 13 Properti Investasi (Revisi 2011)
  11. PSAK 14 Persediaan (Revisi 2008)
  12. PSAK 15 Investasi pada Asosiasi (Revisi 2009)
  13. PSAK 16 Aset Tetap (Revisi 2011)
  14. PSAK 18 Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya (Revisi 2010)
  15. PSAK 19 Aset Tidak Berwujud (Revisi 2009)
  16. PSAK 22 Kombinasi Bisnis (Revisi 2010)
  17. PSAK 23 Pendapatan (Revisi 2009)
  18. PSAK 24 Imbalan Kerja (Revisi 2010)
  19. PSAK 25 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, Kesalahan (Revisi 2009)
  20. PSAK 26 Biaya Pinjaman (Revisi 2011)
  21. PSAK 28 Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2010)
  22. PSAK 30 Sewa (Revisi 2011)
  23. PSAK 31 Instrumen Keuangan: Pengungkapan (Revisi 2009)
  24. PSAK 33 Akuntansi Pertambangan Umum (Revisi 2011)
  25. PSAK 34 Kontrak Kontruksi (Revisi 2010)
  26. PSAK 36 Akuntansi Asuransi Jiwa (Revisi 2010)
  27. PSAK 38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (Revisi 2011)
  28. PSAK 45 Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba (Revisi 2010)
  29. PSAK 46 Pajak Penghasilan (Revisi 2010)
  30. PSAK 48 Penurunan Nilai Aset (Revisi 2009)
  31. PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian (Revisi 2010)
  32. PSAK 53 Pembayaran Berbasis Saham (Revisi 2010)
  33. PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (Revisi 2011)
  34. PSAK 56 Laba per Saham (Revisi 2010)
  35. PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban dan Aset Kontinjensi (Revisi 2009)
  36. PSAK 58 Aset Tidak Lancar
  37. PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan
  38. PSAK 61 Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah
  39. PSAK 62 Kontrak Asuransi
  40. PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
  41. PSAK 64 Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral
  42. PSAK 107 Akuntansi Ijarah
  43. PSAK 108 Penyelesaian Utang Piutang Murabahah
  44. PSAK 109 Akuntansi Zakat Infaq Sedekah
  45. PSAK 110 Akuntansi Hawalah
  46. PSAK 111 Akuntansi Asuransi Syariah
  47. PSAK ETAP
2. Daftar PSAK yang sudah dihapuskan
       Ada berapa PSAK yang dihapus (nomor berapa dan tentang apa saja)? Setelah Indonesia mengadopsi penuh IFRS, PSAK khusus industri dihapus. PSAK industri yang saat ini telah dicabut adalah PSAK 32 Akuntansi Kehutanan,  PSAK 35 Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi, dan PSAK 37 Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol, PSAK 31 (revisi 2000 Akuntansi Perbankan dan PSAK 42 Akuntansi Perusahaan Efek. IFRS adalah standar yang disusun dengan basis transaksi dan perlakukan khusus elemen laporan keuangan bukan industri, sehingga  semua standar yang terkait dengan industri dihapus. PSAK yang tidak ada rujukannya dalam IFRS juga dicabut diantaranya akuntansi waran, anjak piutang, restrukturisasi utang piutang bermasalah. Standar ini dicabut karena telah tercakup dalam pengaturan PSAK 50 dan 55 tentang Instrumen Keuangan. Standar lain yang telah ada namun tidak sesuai dengan IFRS direvisi dan disesuaikan dengan pengaturan dalam IFRS terbaru. Contohnya PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan, disesuaikan dengan IAS 1, PSAK 22 tentang Penggabungan usaha berubah naman menjadi Kombinasi Usaha dan disinya disesuaikan dengan IFRS 3 Business Combination. Beberapa standar baru yang sebelumnya tidak ada dalam PSAK diterbitkan Sebagai contoh PSAK 13 Properti Investasi yang mengadopsi dari IAS 40 Investment Properties. PSAK baru yang mengadopsi penuh IFRS efektif berlaku mengikuti keluarnya PSAK tersebut. Mulai tahun 2008 PSAK tersebut sudah ada yang mulai efektif berlaku. Sementara ada beberapa PSAK yang baru efektif berlaku 2012. Bahkan saat ini masih ada beberapa IFRS yang belum dikeluarkan exposure draftnya contohnya IFRS 1 Full Adoptiondan IAS 41 Biological Asset. Setelah tahun 2012 proses adopsi akan tetap secara konsisten dilakukan, karena PSAK baru yang diterbitkan didasarkan pada IFRS yang saat itu telah ada. Ada beberapa PSAK yang telah diadopsi, IFRSnya telah direvisi, misalnya PSAK 23 Pendapatan. IFRS sebagai standar yang berlaku secara global, menyangkut kepentingan banyak pihak, sehingga penerapan standar yang menimbulkan masalah akan dikritisi sehingga akan dinamis dengan perubahan. Peran Dewan Standar Akuntansi sebagai penyusun Standar Akuntansi Keuangan dengan adopsi IFRS akan berubah. Dewan tidak lagi bertugas merumuskan atau menyusun standar baru namun melakukan adopsi IFRS. Adopsi tersebut dilakukan dengan mentranslate IFRS/IAS untuk dilihat apakah dapat diterapkan di Indonesia. Jika diperlukan Dewan akan menambahkan atau mengurangi beberapa bagian IFRS. Standar hasil adopsi IFRS pada bagian depan setiap standar menjelaskan IFRS/IAS  yang diadopsi dan perbedaan standar tersebut dengan IFRS/IAS yang diadopsi. Perbedaan tersebut ada yang bersifat redaksional, tanggal efektif dan isi standar. IFRS memiliki tiga ciri utama yaitu principles based, lebih banyak menggunakan nilai wajar sebagai dasar penilaian dan pengungkapan yang lebih banyak. Standar yang bersifat principles based hanya mengatur hal-hal prinsip bukan aturan detail. Konsekuensinya diperlukan professional judgment dalam menerapkan standar. Untuk dapat memilikiprofessional judgment seorang akuntan harus memiliki pengetahuan, skill dan etika karena jika tidak memiliki ketiga hal tersebut maka professional judgment yang diambil tidak tepat. Dalam standar yang lama sebenarnya telah menggunakan dasar nilai wajar, namun nilai wajar diterapkan pada pencatatan awal dan penilaian sesudah pencatatan awal untuk beberapa aset yang memiliki nilai wajar yang dapat diandalkan (aset yang memiliki kuotasi pasar aktif seperti saham).

3. Ambil salah satu PSAK dan ringkas PSAK Tersebut serta berikan komentar

   PSAK No. 2 tentang Laporan arus kas  secara umum merupakan informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya .
Tujuan Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.
    Laporan arus kas terkadang tidak sesuai dengan psak no 2. Banyak perusahaan yang kurang akurat dalam melakukan laporan arus kas , sering terjadi perubahan modal yang tidak diteliti di akibatkan perusahaan menjadi likuid. Hal ini karna disebabkan kurangnya audit yang tidak konsisten dalam melakukan laporan arus kas , maka sebab itu para auditor untuk melakukan laporan arus kas dalam memeriksa harus sesuai dengan psak no 2 dengan adanya bukti yang akurat sehingga tidak terjadi kesalahan dan tidak terjadi kecurangan dalam mengauditor laporan arus kas.
Sumber  :
PSAK-Indonesia




Rabu, 29 April 2015

TUGAS 2. B.INGRIS BISNIS 2

The Use of Gadget For Children
1.Cultural Aspects 
   Increasingly sophisticated technology and a wide range of technologies that are now growing rapidly as more and more well known gadget that can be used especially among children. with the changing times are now children use technology as a means of communication such as mobile phones and online games are downloaded on mobile phones and tablets. of course this brings positive and negative influences. positive influences are the children had to adjust the times and the more modern pattern of life was getting changed. of course, knowledge of advanced technology has now been applied early age, so that children are increasingly savvy to take advantage of them. besides, with the gadgets we can easily learn a culture without having to go to the place of origin of the culture. Such as dance, music, movies, food and so on can be easily we learn simply by accessing the Internet. This thing that led to the development of more advanced gadgets and growing rapidly. and various types of gadgets rapidly growing market and the selling price of the higher value caused because changing times and cultures
   The negative influence of the children were busy with other activities by using gadgets such as games and others so that they are lazy and neglect to study our culture with the technology.

2.  Educational Aspects
the gadget is very useful for young children, especially for students as well as students, we can learn and access all  know ledge related to direct educational degan internet and do not have to bother looking for a book, and can utilize the technology to access the knowledge that we need. Of case These give a very good effect and we do not have to bother bringing a book anywhere, by bringing our gadgets can be more practical and no hassle.

    Negative influence is the presence of children menyayalahgunakan gadget gadget course this menggunbkan children focus more gadgets to play games than studying school lessons So that can affect the value of the subjects decreased because of abusing gadget and a bad influence for the future. and even when there is a lesson children do not even focus and do not pay attention and instead use a cell phone with chatingan even using social media this affects children's minds for lazing.

3. the nation’s Characteristics
Advances in technology have a positive impact, for the next generation has the potential to become a generation who can not stand with difficulties. the more advanced the more advanced technology of our own nation and other nations can not easily affect our nation.